opini leasing

Posted: January 16, 2012 in Uncategorized

Leasing adalah suatu bentuk perusahaan yang bergerak di jasa sewa kendaraan, namun pada akhir tenor kepada cutomer diberikan piilihan apakah kendaraan dibeli atau tetap menjadi milik perusahaan.
Adapun manfaat dan peran leasing bagi masyarakat adalah sbb:
1. Menghemat modal
untuk memulai lessee tidak perlu menyediakan dana dalam jumlah besar untuk menyiapkan barang-barang modal.
2. Diversifilkasi sumber-sumber pembiayaan
Adanya sumber pembiayaan lain bank akan memberikan keleluasaan dan alternatif untuk membeiayai usahanya tanpa khawatir adanya kebijaksanaan pengetatan ekspansi kredit perbankan yang membahayakan usahanya.
3. Persyaratan yang fleksibel
Dipandang dari sisi perjanjiannya, leasing lebih luwes karena dapat dengan lebih mudah menyesuaikan dengan keadaan keuangan lessee.
4. Biaya lebih murah
5. Menguntungkan arus kas
6. Proteksi inflasi
7. Sumber pelunasan kewajiban
8. Kapitalisasi biaya
9. Risiko keuangan
10. Pembiayaan proyek skala besar
 
   Dari manfaat diatas, memang leasing memang membantu masyarakat dalam sewa/beli. Namun sekarang, leasing menggunakan pola yahudi dan merugikan masyarakat. Alasannya, karena perjanjian yang dilakukan, dibawah tangan dan isi perjanjian pun tidak berpihak nkepada konsumen. Salah satu penggunaan pola yahudi adalah perusahaan leasing menggunakan depkolektoryang suka main hantam. apabila konsumen tidak membayar atau macet 3 bulan saja, maka objek perjanjian ditarik. Padahal konsumen telah membayar ansuran kredit yang nilai nya lebih banyak dibandingkan perusahaan kredit tersebut, dan uang yang telah masuk pun tidak kembalike konsumen.
Ini sangat berbeda dengan hukum jual beli dalam hukum muamalah uslam secara syar’iy, yang merupakan pertukaran antara suatu barang dengan barang lain(temasuk uang) untuk pertukaran kepemilikan diatas dasar saling meridhoi satu sama lain.
   Lembaga leasing zaman sekarang ini sama dengan pembodohan kepada masyarakat. Perusahaan kredit itu kerap dengan mudahnya memberikan “acc” kredit motor walaupun konsumen tersebut hanya mengisi bahwa dia mampu membayar iuran tiap bulan. Mereka hanya mengharapkan konsumen tersebut macetdi tengah jalan dalam membayar iuran tiap bulan dan dengan denda yang cukup besar dan mengharapkan pencabutan kembali motorny. Bukan hanya itu, konsumen juga akan menghabiskan 70% penghasilannya selama 3 tahun kedepan demi mencicil motor.
   Selain itu, lembaga leasing dapat juga disebut dengan pembunuhan otomotif, karerna lembaga leasing sebenarnya paham berapa lama konsumen akan bertahan dengan motornya tersebut sebelum akhirnya motor hasil kreditr nya ditarik oleh pihak leasing, Mereka pun paham betul, bahwa konsumen akan mendapat kesenangan semu, akan tetapi mereka akan mendapat masalah ekonomi berkepanjangan. Jelas ini sangat merugikan masyarakat, seperti moto mereka saat ini.
   Menurut saya, solusinya adaalah gunakan lah hukum syari’at sewa/jual-beli secara islam, yaiutu bila akad yang terkjadi sewa, maka tetap berlaku sew. begitu pula jual beli. Apabila jusl-beli dilakukan mencicil dan pihak pembeli belum dapat melunasi seluruh utangpembeliannnya pada batas waktu yang telah disepakati, akad tersebut tetap jual beli dan tidak dapat ditarik barangnya, apabila dirtarik, maka uang konsumen pun dikembalikan dan jangan melibatkan riba(bunga).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s