Proyeksi Penduduk

Posted: January 30, 2012 in Uncategorized

1.Pengertian Proyeksi

Proyeksi secara umum adalah untuk mengetahui perkembangan di masa yang akan  Datang. berdasarkan data yang telah ada. Proyeksi pada dasarnya merupakan suatu perkiraan atau taksiran mengenai terjadinya suatu kejadian (nilai dari suatu variabel) untuk waktu yang akan datang. Hasil proyeksi menggambarkan tingkat kemampuan untuk masa yang akan datang, untuk menghindari atau mengurangi tingkatan resiko dari kesalahan, Maka diperlukan asumsi-asumsi yang dibuat oleh pihak pengambil keputusan, yang didukung oleh proyeksi tentang tingkat kemampuan populasi peternakan di masa depan secara objektif. Proyeksi penduduk bukan merupakan ramalan jumlah penduduk tetapi suatu perhitungan ilmiah yang didasarkan pada asumsi dari komponen-komponen laju pertumbuhan penduduk, yaitu kelahiran, kematian, dan perpindahan (migrasi).

 

2.Model Ektrapolasi Trend

Model ekstrapolasi trend secara sederhana menggunakan trend penduduk masa yang  lalu untuk memperkirakan jumlah penduduk masa yang akan datang. Metode ini adalah metode yang mudah digunakan dalam rangka proyeksi penduduk. Selain itu, metode ini juga digunakan untuk menghitung tingkat dan ratio pada masa yang akan datang berdasarkan tingkat dan ratio pada masa yang lalu.

Model ekstrapolasi trend yang banyak digunakan adalah model linear, geometric dan

parabolic. Asumsi dasar dari model linear, geometric dan parabolik adalahpertumbuhan atau penurunan akan berlanjut tanpa batas. Namun demikian, asumsi tersebut tidak mungkin diberlakukan jika proyeksi yang disusun adalah proyeksi jangka panjang. Misalnya jika populasi di suatu daerah berkurang, dalam jangka panjang model ini akan memproyeksikan penduduk menjadi nol, dan bahkan menjadi negative. Demikian juga, jika jumlah penduduk di suatu daerah yang meningkat, tidak mungkin akan meningkat pada jumlah yang tanpa batas. Dalam kenyataannya, penduduk hanya akan meningkat sampai suatu tingkat dengan kapasitas yang maksimum dan kemudian akan kembali turun atau stabil dalam kaitannya dengan kepadatan penduduk, biaya hidup dan kualitas hidup. Oleh karenanya, penggunaan model ekstrapolasi trend membutuhkan pemahaman yang baik tentang kecenderungan pertumbuhan masa lalu untuk membuat estimasi dengan batasan yang masuk akal (reasonable).

 

  1. Model Linear (Aritmethic)

Model linear menurut Klosterman (1990) adalah teknik proyeksi yang paling

sederhana dari seluruh model trend. Model ini menggunakan persamaan

derajat pertama (first degree equation). Berdasarkan hal tersebut, penduduk

diproyeksikan sebagai fungsi dari waktu, dengan persamaan:

Pt =α + βT

Dimana :     Pt = penduduk pada tahun proyeksi t

α = intercept = penduduk pada tahun dasar

β = koefisien = rata-rata pertambahan penduduk

T = periode waktu proyeksi = selisih tahun proyeksi dengan tahun dasar

 

Hasil proyeksi akan berbentuk suatu garis lurus. Model ini berasumsi bahwa

penduduk akan bertambah/berkurang sebesar jumlah absolute yang sama/tetap

(β) pada masa yang akan datang sesuai dengan kecenderungan yang terjadi

pada masa lalu. Ini berarti bahwa, jika Pt+1 dan Pt adalah jumlah populasi

dalam tahun yang berurutan, Pt+1 – Pt yang adalah perbedaan pertama yang

selalu tetap (konstan). Klosterman (1990), mengacu pada Pittengar (1976),

mengemukakan bahwa model ini hanya digunakan jika data yang tersedia

relatif terbatas, sehingga tidak memungkinkan untuk menggunakan model

lain. Selanjutnya, Isserman (1977) mengemukakan bahwa model ini hanya

dapat diaplikasikan untuk wilayah kecil dengan pertumbuhan yang lambat,

dan tidak tepat untuk proyeksi pada wilayah-wilayah yang lebih luas dengan

pertumbuhan penduduk yang tinggi.

 

  1. Model Geometric

Asumsi dalam model ini adalah penduduk akan bertambah/berkurang pada

suatu tingkat pertumbuhan (persentase) yang tetap. Misalnya, jika Pt+1 dan Pt

adalah jumlah penduduk dalam tahun yang berurutan, maka penduduk akan

bertambah atau berkurang pada tingkat pertumbuhan yang tetap (yaitu sebesar

Pt+1/Pt ) dari waktu ke waktu. Menurut Klosterman (1990), proyeksi dengan

tingkat pertumbuhan yang tetap ini umumnya dapat diterapkan pada wilayah,

dimana pada tahun-tahun awal observasi pertambahan absolut penduduknya

sedikit dan menjadi semakin banyak pada tahun-tahun akhir. Model geometric

memiliki persamaan umum:

Pt =α + βT

Persamaan diatas dapat ditransformasi kedalam bentuk linear melalui aplikasi

logaritma, menjadi sebagai berikut:

LogPt =Logα + T.logβ

 

  1. c.       Model Parabolik

Model parabolic seperti model geometric berasumsi bahwa penduduk suatu daerah tidak tumbuh dalam bentuk linear. Namun demikian, tidak seperti model geometrik (yang berasumsi tingkat pertumbuhan konstan dari waktu ke waktu), pada model parabolic tingkat pertumbuhan penduduk dimungkinkan untuk meningkat atau menurun. Model ini menggunakan persamaan derajat kedua yang ditunjukkan sebagai berikut:

Pt =α + β1T + β2T2

Model parabolic memiliki dua koefisien yaitu β1 dan β2. β1 adalah koefisien linear (T) yang menunjukkan pertumbuhan konstan, dan β2 adalah koefisien non-linear yang (T2) yang menyebabkan perubahan tingkat pertumbuhan. Tanda positif atau negatif pada β1 dan β2 bervariasi tergantung pada apakah tingkat pertumbuhan tersebut akan meningkat atau menurun. Berdasarkan variasi pada tanda β1 dan β2, model akan menghasilkan empat scenario sebagai berikut:

Tabel. Skenario dalam Model Parabolik

β1 β2 Efek terhadap pertumbuhan penduduk
+ + Pertambahan yang semakin meningkat

Penduduk bertambah

Kurva cekung ke atas (Concave upward)

+ - Pertambahan yang semakin berkurang

Penduduk berkurang

Kurva cekung ke bawah (concave downward)

- + Pertambahan yang semakin berkurang

Penduduk bertambah

Kurva cekung ke atas (Concave upward)

- - Pertambahan yang semakin meningkat

Penduduk berkurang

Kurva cekung ke bawah (concave downward)

 

Klosterman (1990), menyarankan demographer untuk terlebih dahulu mencermati (menguji coba) model ini ketika akan diaplikasikan pada suatu daerah. Menurutnya, meskipun model ini baik untuk daerah dengan pertumbuhan atau penurunan yang cepat, namun demikian proyeksi jangka panjang akan menghasilkan angka yang sangat besar atau sangat kecil.

 

3. Model Komponen Kohor

Model-model ekstrapolasi trend yang didiskusikan diatas mengacu pada perkiraan penduduk secara agregat, sementara model komponen kohor mengacu pada perubahan-perubahan komponen penduduk (yaitu fertilitas, mortalitas dan migrasi) secara terpisah. Penduduk secara keseluruhan dibagi kedalam beberapa kohor/kelompok umur. Interval (k) dari kohor ini umumnya dalam satu tahunan (0-1, 1-2, 2-3 dst), lima tahunan (0-4, 5-9, 10-14 dst), atau 10 tahunan (0-9, 10-19, 20-29. Selanjutnya, kohor dibagi lagi berdasarkan gender dan etnis.

Pengelompokan penduduk berdasarkan komponen-komponen yang mempengaruhi perubahan penduduk, kelompok umur, gender dan etnis akan membantu untuk membangun pemahaman yang lebih baik mengenai dinamika penduduk suatu daerah. Karena ukuran kohor semakin kecil, maka akan semakin terperinci informasi yang dapat digunakan dalam analisis. Misalnya, bayi dan penduduk umur-umur tua akan memiliki persentase kematian yang lebih tinggi dibandingkan penduduk usia muda. Jumlah kelahiran akan bervariasi berdasarkan umur dan etnis dari penduduk wanita. Demikian juga, migrasi akan bervariasi menurut umur, gender dan etnis individu.

Persamaan dalam model komponen kohor adalah:

 

 

 

Dimana:

Pt         = penduduk tahun t pada kohor di interval k

t           = tahun

n          = umur awal dari kohor

k          = jumlah tahun dalam kohor (interval kohor umur)

DTH    = total kematian

IR        = total kelahiran

NMIG = total migrasi bersih

Karena penduduk kohor n pada tahun sebelumnya ( ) dikurangi dengan jumlah kematian dalam kohor tersebut ( ) adalah jumlah penduduk yang bertahan hidup ke kohor n pada tahun t ( ), maka persamaan dapat ditulis ulang sebagai berikut:

 

Berikut diberikan perhitungan-perhitungan untuk ketiga komponen dalam metode ini:

 

 

 

 

  1. a.      Mortalitas-Tingkat Survival

Mortalitas dihitung dalam model sebagai jumlah penduduk dalam kohor tertentu n-k pada tahun t-k, yang bertahan hidup ke kohor berikutnya (n) pada tahun t.

 

Dimana:

penduduk dari kohor n-k pada tahun t-k

n-kSRVk     = tingkat bertahan hidup (survival)

 

  1. b.      Kelahiran- Tingkat Fertilitas

Fertilitas adalah jumlah bayi yang dilahirkan wanita usia subur (biasanya antara 15-44 tahun). Tingkat fertilitas diberikan melalui persamaan berikut:

 

Dimana:

tingkat fertilitas wanita dalam kohor n dari interval k

jumlah kelahiran oleh wanita pada kohor n

jumlah wanita dalam kohor n

Tingkat fertilitas yang diperoleh dari rumus diatas dapat digunakan untuk menghitung jumlah kelahiran dalam interval waktu yang sama sesuai dengan ukuran kohor. Misalnya, jika ukuran kohor adalah lima tahunan (0-4, 5-9, 10-14), maka proyeksi dapat dilakukan untuk interval lima tahunan (2005, 2010, 2015).

Selanjutnya, jika wanita-wanita pada kohor umur tertentu tidak memiliki kelahiran, maka untuk keakuratan perhitungan, tingkat fertilitas perlu disesuaikan. Tingkat fertilitas yang disesuaikan adalah rata-rata dari dua tingkat fertilitas yang berurutan.

 

 

Dimana:

tingkat fertilitas yang disesuaikan dari wanita dalam kohor n dengan interval k

Total kelahiran selanjutnya dibagi atas kelahiran bayi laki-laki dan bayi perempuan berdasarkan sex ratio waktu lahir dari data masa yang lalu.

 

  1. c.       Migrasi bersih (Net Migration).

Migrasi bersih adalah perbedaan antara jumlah penduduk yang masuk dengan jumlah penduduk yang keluar dari suatu daerah, dengan persamaan:

 

 

4. Model Ratio

Menurut Smith, Tayman dan Swanson (2001), model ratio-sebagaimana model ekstrapolasi trend- juga didasarkan pada trend masa lalu. Model ratio menggunakan konsep bahwa penduduk (atau perubahan penduduk) pada suatu wilayah yang lebih kecil (wilayah studi) merupakan proporsi dari penduduk (perubahan penduduk) dari wilayah yang lebih luas, atau wilayah basis (base area). Model ini sederhana dan mudah dalam perhitungannya serta membutuhkan data yang relative lebih sedikit. Meskipun demikian, model ini membutuhkan proyeksi penduduk dari wilayah basis tersebut.

Model ratio mencakup model constant share, shift share dan model share of growth.

 

5. Model Constant Share

Model ini berasumsi bahwa share penduduk dari daerah studi merupakan suatu proporsi yang konstan dari daerah basis dan proyeksi dilakukan berdasarkan proporsi konstan tersebut.

Model disajikan dalam bentuk persamaan berikut:

 

Dimana:

P          =  jumlah penduduk pada daerah studi

Pj            = penduduk pada daerah basis atau daerah yang lebih luas yang didalamnya terdapat daerah studi

l           = tahun akhir dari observasi

t           = tahun proyeksi

Jika data wilayah studi menunjukkan kecenderungan yang sama seperti wilayah basis, penggunaan model ini akan menghemat waktu dan lebih sederhana dalam penerapannya. Namun demikian, jika daerah studi dan daerah basis memiliki trend pertumbuhan yang berlawanan, artinya jika daerah studi mengalami penurunan penduduk dan daerah basis mengalami peningkatan penduduk, atau sebaliknya, proyeksi ini tidak dapat diaplikasikan

 

6. Model Shift Share

Model shift share mencoba mengoreksi kelemahan dari model constant share dengan memasukkan indeks pergeseran (shift term) untuk menghitung perubahan share penduduk dari waktu ke waktu. Jika pertumbuhan daerah studi lebih cepat dari daerah basis maka shift term akan positif. Sebaliknya jika pertumbuhan daerah studi lebih lambat dari daerah basis, maka shift termnya akan negative.

Persamaan dalam metode ini adalah sebagai berikut:

 

 

Dimana:

b          = tahun awal observasi

s           = shift term

z          = jumlah tahun dalam proyeksi (t-1)

y          = jumlah tahun dalam periode observasi (1-b)

 

Satu kelemahan utama dari metode ini adalah jika terjadi pertumbuhan atau pengurangan yang tinggi pada tahun dasar, hal ini dapat menyebabkan bertambahnya atau berkurangnya penduduk dalam jumlah yang sangat besar pada tahun proyeksi. Oleh karenanya, penggunaan metode ini untuk proyeksi penduduk jangka panjang harus dilakukan secara hati-hati.

 

7. Metode “share of growth”

Metode ini menggunakan share dari pertumbuhan penduduk bukannya share dari jumlah penduduk seperti yang digunakan dua model ratio sebelumnya. Asumsi dasar dari model ini adalah bahwa share pertumbuhan penduduk daerah studi pada periode observasi akan berlaku sama dalam periode proyeksi.

Model ini disajikan dalam bentuk persamaan berikut:

 

Metode ini akan lebih tepat diterapkan jika trend pertumbuhan penduduk pada daerah studi sama dengan trend pertumbuhan pada daerah basis. Misalnya jika pertumbuhan penduduknya sama-sama meningkat atau sama-sama menurun.

 

 

opini leasing

Posted: January 16, 2012 in Uncategorized

Leasing adalah suatu bentuk perusahaan yang bergerak di jasa sewa kendaraan, namun pada akhir tenor kepada cutomer diberikan piilihan apakah kendaraan dibeli atau tetap menjadi milik perusahaan.
Adapun manfaat dan peran leasing bagi masyarakat adalah sbb:
1. Menghemat modal
untuk memulai lessee tidak perlu menyediakan dana dalam jumlah besar untuk menyiapkan barang-barang modal.
2. Diversifilkasi sumber-sumber pembiayaan
Adanya sumber pembiayaan lain bank akan memberikan keleluasaan dan alternatif untuk membeiayai usahanya tanpa khawatir adanya kebijaksanaan pengetatan ekspansi kredit perbankan yang membahayakan usahanya.
3. Persyaratan yang fleksibel
Dipandang dari sisi perjanjiannya, leasing lebih luwes karena dapat dengan lebih mudah menyesuaikan dengan keadaan keuangan lessee.
4. Biaya lebih murah
5. Menguntungkan arus kas
6. Proteksi inflasi
7. Sumber pelunasan kewajiban
8. Kapitalisasi biaya
9. Risiko keuangan
10. Pembiayaan proyek skala besar
 
   Dari manfaat diatas, memang leasing memang membantu masyarakat dalam sewa/beli. Namun sekarang, leasing menggunakan pola yahudi dan merugikan masyarakat. Alasannya, karena perjanjian yang dilakukan, dibawah tangan dan isi perjanjian pun tidak berpihak nkepada konsumen. Salah satu penggunaan pola yahudi adalah perusahaan leasing menggunakan depkolektoryang suka main hantam. apabila konsumen tidak membayar atau macet 3 bulan saja, maka objek perjanjian ditarik. Padahal konsumen telah membayar ansuran kredit yang nilai nya lebih banyak dibandingkan perusahaan kredit tersebut, dan uang yang telah masuk pun tidak kembalike konsumen.
Ini sangat berbeda dengan hukum jual beli dalam hukum muamalah uslam secara syar’iy, yang merupakan pertukaran antara suatu barang dengan barang lain(temasuk uang) untuk pertukaran kepemilikan diatas dasar saling meridhoi satu sama lain.
   Lembaga leasing zaman sekarang ini sama dengan pembodohan kepada masyarakat. Perusahaan kredit itu kerap dengan mudahnya memberikan “acc” kredit motor walaupun konsumen tersebut hanya mengisi bahwa dia mampu membayar iuran tiap bulan. Mereka hanya mengharapkan konsumen tersebut macetdi tengah jalan dalam membayar iuran tiap bulan dan dengan denda yang cukup besar dan mengharapkan pencabutan kembali motorny. Bukan hanya itu, konsumen juga akan menghabiskan 70% penghasilannya selama 3 tahun kedepan demi mencicil motor.
   Selain itu, lembaga leasing dapat juga disebut dengan pembunuhan otomotif, karerna lembaga leasing sebenarnya paham berapa lama konsumen akan bertahan dengan motornya tersebut sebelum akhirnya motor hasil kreditr nya ditarik oleh pihak leasing, Mereka pun paham betul, bahwa konsumen akan mendapat kesenangan semu, akan tetapi mereka akan mendapat masalah ekonomi berkepanjangan. Jelas ini sangat merugikan masyarakat, seperti moto mereka saat ini.
   Menurut saya, solusinya adaalah gunakan lah hukum syari’at sewa/jual-beli secara islam, yaiutu bila akad yang terkjadi sewa, maka tetap berlaku sew. begitu pula jual beli. Apabila jusl-beli dilakukan mencicil dan pihak pembeli belum dapat melunasi seluruh utangpembeliannnya pada batas waktu yang telah disepakati, akad tersebut tetap jual beli dan tidak dapat ditarik barangnya, apabila dirtarik, maka uang konsumen pun dikembalikan dan jangan melibatkan riba(bunga).

 

model ekonomi

Posted: January 16, 2012 in Uncategorized

Pelaku Ekonomi

Secara garis besar para pelaku ini dikategorikan menjadi empat sektor, yakni rumah tangga atau para konsumen (RTK)  produsen (RTP), pemerintah, dan sektor luar negeri. Keempat pelaku ini pun ada dalam sistem perekonomian di Indonesia.

  1. Rumah tangga Konsumen

Yang dimaksud adalah seluruh rumah tangga yang tersebar dari pelosok-pelosok desa sampai dengan yang bermukim di kota-kota besar. Dari yang kaya raya sampai dengan yang melarat miskin tidak punya apa-apa. Mereka adalah pelaku ekonomi yang utama karena rumah tangga konsumen meminta barang dan jasa dari pasar barang dan jasa (output). Untuk itu kita harus mengkonsumsi atau membeli barang dan jasa. Rumah tangga ikut menentukan barang apa yang akan diproduksi. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan ekonomi. Maka tidak aneh kalau rumah tangga kita termasuk salah satu pelaku ekonomi. Rumah tangga konsumen juga menawarkan tenaga kerja, tanah, kapital, dan kewirausahaan.

 

  1. Rumah tangga Produsen

Yang dimaksud adalah seluruh ’rumah tangga’ atau kegiatan ekonomi yang dibentuk oleh pengusaha atau wirausahawan dengan tujuan mencari laba dengan cara menggabungkan tenaga kerja (sumber daya manusia), modal, dan tanah atau sumber daya alam untuk menghasilkan barang dan jasa. Mereka menjalankan fungsi produksi atau bertindak sebagai produsen baik secara perorangan maupun secara kolektif atau terorganisasi. Produsen akan mengelola usahanya dengan beberap acara atau bentuk seperti perusahaan perorangan (PO), berpartner, misalnya CV, firma, atau akan membentuk perseroan (PT). Usaha perseorangan merupakan bentuk yang paling sederhana. Ini adalah usaha/perusahaan yang dimiliki hanya oleh satu orang. Contohnya adalah petani, seorang dokter, tukang listrik, dan sebagainya. Yang kedua adalah berpartner atau partnership. Ini bentuk usaha yang melibatkan dua orang atau lebih individu untuk menyertakan sumber daya mereka dengan tujuan mencari laba.

 

  1. PT atau corporation.

Kepemilikannya biasanya ditandai dengan penerbitan saham. Dari sisi yuridis atau hukum yang berlaku di Indonesia, kita dapat membedakan produsen menjadi :

1)       Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) seperti: Perorangan (Po), Persekutuan Firma (Fa), Persekutuan Komanditer (CV), Perseroan Terbatas (PT), dan Yayasan.

2)       Badan usaha milik negara (BUMN) seperti: Perusahaan Jawatan (Perjan), Perusahaan Umum (Perum), dan Perusahaan Perseroan (Persero) atau PT Persero.

3)       Koperasi

 

Diagram Arus Lingkar Ekonomi Dua Sektor

Diagram arus lingkar ekonomi (economic circlar flow diagram) menggambarkan interaksi antara rumah tangga konsumen (RTK), rumah tangga produsen (RTP), rumah tangga negara(RTN) dan masyarakat luar negeri. dalam melakukaan kegiatan ekonomi. Ada beberapa pendekatan hubungan antar pelaku ekonomi:

  1. Pendekatan 2 sektor yaitu pendekatan antara RTP dan RTK   
  2. Pendekatan 3 antara RTP, RTK, dan RTN
  3. Pendekatan 4 sektor yaitu pendekatan antara RTP, RTK, RTN dan masyarakat luar negeri.

Pendekatan 2 sektor meliputi 2 pelaku ekonomi yaitu RTP dan RTK. Masing-masing pelaku ekonomi memiliki peran tersendiri dalam melakukan kegiatan ekonomi, peran masing-masing pelaku ekonomi menunjang pelaku ekonomi yang lain. Pendekatan 2 sektor ini dapat digambarkan melalui diagram berikut:


 

Dari diagram tersebut nampak bahwa para pelaku ekonomi ternyata memiliki keterkaitan dengan pelaku ekonomi yang lain. RTK sebagai penyedia faktor-faktor produksi yang dibutuhkan oleh RTP dan RTP sebagai penyedia barang dan jasa yang dibutuhkan RTK.

RTK sebagai pemilik faktor-faktor produksi (modal, kewirausahaan, SDM dan SDA)menyerahkan/memberikan faktor-faktor tersebut ke RTP melalui pasar faktor produksi. Faktor produksi tersebut dibutuhkan oleh RTP untuk melakukan kegiatan produksi. Atas penyerahan faktor produksi tersebut RTP memberikan balas jasa kepada RTK dalam bentuk gaji (wage), uang sewa (rent), bunga (interest), keuntungan (profit). Balas jasa yang diterima dari RTP digunak oleh RTK untuk memenuhi kehidupan sehari-hari degan bebelanja beberapa barang yang dihasilkan oleh RTP.

Faktor-faktor produksi merupakan pendukung utama RTP untuk proses poduksi. Hasil dari proses produksi yaitu barang dan jasa. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh dunia industri dijual kepada RTP melalui pasar barang dan jasa. RTK sebagai pembeli membelanjakan uangya untuk mendapatkan barang dan jasa yang dijual oleh RTK melalui pasar barang dan jasa. Uang yang diperoleh dari pembelanjaan masyarakat merupakan penerimaan bagi RTP yang dapat digunakan untuk melakukan proses produksi kembali.

 

 perekonomian 2 sektor

Perekonomian dua sektor adalah perekonomian yang terdiri dari sektor perusahaan dan sektor rumah tangga. Dalam perekonomian tidak terdapata pajak dan pengeluaran pemerintah. Perekonomian itu juga tidak melakukan perdagangan luar negeri dan dengan demikian perekonomian itu tidak melakukan kegiatan ekspor dan impor.

Dalam perekonomian dua sektor sumber pendapatan yang diperoleh rumah tangga adalah dari perusahaan. Pendapatan ini meliputi gji, upah, sewa, bunga dan keuntungan adalah sama nilainya dengan pendapatan nasional. Dan oleh karena itu pemerintah tidak memungut pajak maka pendapatan nasional (Y) adalah sama dengan pendapatan disposebel (Yd) atau Y = Yd.

Pendapatan yang digunakan rumah tangga akan digunakan untuk dua tujuan yaitu untuk pengeluaran konsumsi dan ditabung. Tabungan ini akan dipinjamkan kepada penanam modal atau nvestor dan akan digunakan untuk membeli barang – barang modal seperti mesin – mesin, peralatan produksi lain, mendirikan bangunan pabrik dan bangunan kantor.

Dalam perekoonomian dua sektor komponen pengeluaran agregat terdiri dari:

1)      pembelanjaan konsumsi rumah tangga untuk membeli barang dan jasa,

2)      pembelanjaan perusahaan perusahaan untuk membeli barang modal. Dalam persamaan algebra, persamaan pengeluaran agregat adalah AE = C + I, dimana C = konsumsi , I = Investasi dan AE adalah pengeluaran agregat. Persamaan yang lain yaitu Y = C + S dimana S = Saving / Tabungan dan Y = Pendapatan nasional maka dapat ditarik kesimpulan bahwa AE = Y dimana C + I = C + S.

 

Perekonomian 3 Sektor

 

 

 

Pada arus lingkar kegiatan ekonomi tiga sektor terdapat pelaku ekonomi ketiga yaitu pemerintah yang memilki fungsi utama sebagai pengatur perekonomian. Jadi pada arus lingkar kegiatan ekonomi tiga sektor ada tiga kelompok yang berinteraksi yaitu konsumen, produsen dan pemerintah. Apabila produksi dan penyalurannya lancar maka ada kecenderungan harga barang akan turun atau sekurang-kurangnya stabil. Sehingga rumah tangga konsumsi akan dapat mengatur kecenderungan konsumsinya dan semua pendapatannya tidak akan habis dibelanjakan sehingga masih ada bagian dari pendapatannya yang ditabung sebagai modal.

 

Manfaat :

Manfaat diagram pelaku ekonomi bagi produsen yaitu:

kebutuhan akan faktor produksi modal dan skill akan dapat terpenuhi oleh rumah tangga konsumsi sehingga pada akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.

 

Manfaat diagram pelaku ekonomi bagi konsumen yaitu:

Konsumen mendapatkan pembayaran atas faktor-faktor produksi dan skill yang dipakai oleh produsen yang kemudian digunakan untuk membeli barang dan jasa yang dijual oleh rumah tangga produksi.

 

Peranan :

Peran perusahaan atau rumah tangga produksi dalam perekonomian yaitu:

  1. Produsen
  2. Pengguna faktor produksi
  3. Agen pembangunan
  4. Penyedia dan penyalur barang dan jasa

Peranan produsen secara umum adalah menciptakan atau menaikkan nilai guna suatu barang untuk kepentingan orang lain atau masyarakat.

 

Peranan rumah tangga negara atau pemerintah dalam kegiatan ekonomi anatar lain:

  1. Pengatur
  2. Konsumen
  3. Sebagai produsen
  4. Pembuat dan pelaksana aturan main
  5. Menjamin kompetisi
  6. Menyediakan barang publik

Masyarakat ekonomi luar negeri adalah pelaku ekonomi yang berhubungan dengan transaksi luar negeri, sektor ini mencakup ekspor dan impor barang dan jasa serta aliran modal yang berkaitan dengan transaksi investasi perbankan.

 

Peran rumah tangga konsumsi adalah sebagai berikut:

  1. Konsumen
  2. Pemasok atau pemilik faktor produksi
  3. Ikut mempengaruhi mengenai apa yang akan diproduksi oleh perusahaan

Konsumen atau rumah tangga konsumsi adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan.

Peranan konsumen secara umum adalah bahwa melalui kegiatan konsumsinya mampu menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat.

 

Contoh Peranan :

Contoh peran perusahaan atau rumah tangga produksi dalam kegiatan perekonomian di masyarakat yaitu:

  1. Produsen, yaitu berperan dalam menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan oleh rumah tangga konsumsi pada khususnya dan masyarakat pada umumnya termasuk juga untuk dijual ke luar negeri.
  2. Pengguna faktor produksi, yaitu menggunakan berbagai faktor produksi berupa sumber daya alam atau bahan baku, modal, tenaga kerja dan keahian.
  3. Agen pembangunan, yaitu berperan membantu pemerintah dalam kegiatan pembangunan seperti membuka lapangan kerja, membangun infrastruktur, mensejahterakan karyawan, meningkatkan kualitas SDM dll.
  4. Penyedia dan penyalur barang dan jasa, yaitu menghasilkan sekaligus menyalurkan barang dan jasa agar dapat dinikmati oleh konsumen.

 

Contoh peran konsumen atau rumah tangga konsumsi dalam kegiatan perekonomian di masyarakat yaitu:

  1. Konsumen, yaitu berperan mengkonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga produksi dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.
  2. Pemasok atau pemilik faktor produksi, yaitu sebagai pemilik dan pemasok faktor-faktor produksi yang dibutuhkan oleh rumah tangga produksi atau perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.
  3. Ikut mempengaruhi mengenai apa yang akan diproduksi oleh perusahaan, yaitu bahwa konsumen turut memberi pengaruh terhadap kecenderungan barang apa yang sebaiknya diproduksi oleh perusahaan agar sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen.

 

Contoh peran pemerintah atau rumah tangga negara dalam kegiatan perekonomian di masyarakat yaitu:

  1. Pengatur, yaitu bahwa pemerintah harus mengatur lalu lintas perekonomian dalam negeri untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah terjadinya kekacauan dan hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian bagi rakyat banyak. Misalnya dengan membuat undang-undang dan peraturan, melakukan pengawasan, menetapkan kebijakan fiskal dan moneter dll.
  2. Konsumen, untuk melakukan tugasnya pemerintah juga memerlukan barang dan jasa. Misalnya untuk keperluan peralatan dan perlengkapan kantor, kepentingnan pertahanan dan keamanan Negara dll.
  3. Sebagai produsen, pemerintah juga menjalankan perusahaan milik negara, khususnya produksi barang dan jasa yang vital bagi kepentingan negara dan kesejahteraan masyarakat misalnya perusahaan air minum, listrik, tambang minyak, bank dll.
  4. Pembuat dan pelaksana aturan main, yaitu pemerintah menjamin bahwa peserta pasar akan berlaku secara jujur dan mematuhi aturan main yang berisi apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pasar.
  5. Menjamin kompetisi, yaitu pemerintah menjamin iklim kompetisi yang baik dimana tidak ada praktik tidak terpuji seperti kolusi, monopoli dan penetapan harga yang berpotensi menyingkirkan pesaing dari pasar.
  6. Menyediakan barang publik, yaitu pemerintah memilki kewenangan untuk menagih pajak untuk menyediakan barang-barang publik seperti pertahanan negara dan keadilan.

 

Contoh peran masyarakat luar negeri dalam kegiatan perekonomian di masyarakat yaitu:

  1. Sebagai pasar bagi produk yang dihasilkan, yaitu bahwa masyarakat luar negeri merupakan konsumen potensial dan memiliki daya beli yang tinggi
  2. Sebagai produsen, yaitu bahwa masyarakat luar negeri menghasilkan banyak sekali produk dan peralatan seperti mobil, komputer, mesin dll.
  3. Perdagangan luar negeri, yaitu perdagangan antar negara yang bisa menghasilkan devisa dan keuntungan yang sangat besar.
  4. Pertukaran tenaga kerja, yaitu pengiriman tenaga kerja dari suatu negara yang mengalami kelebihan tenaga kerja ke negara lain yang membutuhkan yang akan menghasilkan devisa.
  5. Sebagai investor/ penanaman modal, yaitu penanaman modal ke negara lain untuk mengelola modalnya di negara lain tersebut agar memperoleh keuntungan.
  6. Pinjaman luar negeri, yaitu pemberian pinjaman dari luar negeri yang sangat berguna untuk mengatasi permasalahan ekonomi dalam negeri yang sudah mendesak.
  7. Bantuan luar negeri, yaitu pemberian bantuan dari negara lain atas terjadinya bencana alam

 

Model keseimbangan umum multisektoral yang dapat dikomputasi

Model Keseimbangan Umum Multisektoral yang Dapat Dikomputasi merupakan istilah bahasa indonesia dari Computable general equilibrium yang seringkali disingkat sebagai model (CGE) ialah suatu kelas model ekonomi yang menggunakan data ekonomi aktual untuk memperkirakan bagaimana sektor ekonomi bereaksi terhadap perubahan yang terjadi pada faktor-faktor eksternal seperti kebijakan, teknologi dan lain faktor-faktor. Model CGE juga seringkali disebut sebagai model AGE (applied general equilibrium).

Model CGE terdiri atas:

  1. Persamaan-persamaan yang men-deskripsi-kan variabel-variabel dari model
  2. Suatu database (yang seringkali sangat detil) yang konsisten dengan persamaan-persamaan di dalam model. Persamaan-persamaan di dalam model CGE umumnya di dasarkan pada mazhab ekonomi neo-klasik, yang seringkali didasarkan atas asumsi minimalisasi biaya produksi, penetapan harga didasarkan atas biaya produksi rata-rata dan maksimalisasi utilitas (oleh konsumen).  

Namun demikian, sebagian besar model CGE seringkali justru tidak berdasarkan atas paradigma keseimbangan umum. Sebagai contoh, model-model tersebut seringkali mengakomodasi:

  1. non-market clearing atau tidak terjadinya kliring pasar, terutama terkait dengan tenaga kerja (pengangguran) dan komoditas,
  2. terjadinya persaingan tidak sempurna (misalnya, penetapan harga secara monopoli),
  3. munculnya permintaan yang tidak didasarkan atas harga (misalnya, permintaan dari pemerintah),
  4. terjadinya variasi pajak,
  5. munculnya dampak2 atau externalities, misalnya polusi atau pencemaran udara.

 

Database CGE model terdiri atas:

  1. tabel-tabel nilai transaksi yang memperlihatkan, misalnya, besarnya nilai batubara yang dipakai oleh industri baja. Umumnya database ini dapat berbentuk tabel input-output atau matriks akunting sosial. Database CGE model umumnya merepresentasikan perekonomian suatu negara (atau dunia) secara keseluruhan dalam sejumlah sektor, komoditas, faktor dan tipe rumah tangga (konsumen).
  2. nilai-nilai elastisitas yang merupakan parameter-parameter tanpa dimensi yang merepresentasikan reaksi-reaksi dalam perekonomian. Misalnya, elastisitas dari permintaan akan ekspor, menyatakan besarnya volume ekspor yang akan turun jika harga ekspor naik. Di antara elastisitas yang digunakan oleh model CGE, terdapat suatu kelas elastisitas yang disebut sebagai sebagai CES atau elastisitas substitusi konstan. Di antara CES terdapat elastisitas Armington, yang memperlihatkan jika produksi yang dihasilkan oleh negara-negara yang berbeda (tidak) bisa saling menggantikan. Akhirnya Elastisitas pengeluaran memperlihatkan bagaimana permintaan rumah tangga bereaksi terhadap perubahan pendapatan.

Model-model CGE merupakan perkembangan lanjut dari model-model input-output yang dirancang pertama kali oleh Wassily Leontief. Dibandingkan dengan model-model input-output, model-model CGE lebih menekankan pada pentingnya peran harga. Misalnya, jika model input-output mengasumsikan bahwa untuk memproduksi satu ton baja diperlukan sejumlah (tetap) tenaga kerja, model CGE mampu lebih lanjut mengadopsi faktor gaji yang mempengaruhi permintaan akan tenaga kerja dalam memproduksi baja.

Model CGE sangat berguna untuk memperkirakan dampak perubahan yang terjadi pada suatu sektor dari perekonomian terhadap sektor-sektor lainnya. Misalnya, pemajakan atas harga tepung terigu akan mempengaruhi harga roti, indeks harga konsumen, dan selanjutnya tingkat gaji dan angka pengangguran. Model CGE juga telah digunakan secara luas untuk mengaji kebijakan di sektor perdagangan. Akhir-akhir ini CGE juga digunakan untuk mengaji dampak ekonomi dari kebijakan pengungaran emisi gas rumah kaca.

Model CGE selalu memiliki lebih banyak variabel daripada persaman. Dengan demikian, nilai dari variabel-variabel tertentu harus ditentukan di luar model (eksogenous). Penentuan atas variabel-variabel eksogenous dalam suatu model CGE disebut penutupan model atau closure. Penutupan model yang berbeda dapat memberikan hasil simulasi model yang berbeda sehingga menimbulkan kontroversi. Misalnya, pada model CGE tertentu angka pengangguran dan keseimbangan neraca perdagangan diasumsikan sebagai konstan dan pada model CGE lainnya angka-angka tersebut dianggap sebagai variabel.

Dewasa ini terdapat banyak model CGE untuk berbagai negara di dunia. Salah satu yang paling terkenal adalah CGE model yang merepresentasikan perekonomian dunia yaitu GTAP  model of world trade.

Model-model CGE sangat berguna untuk merepresentasikan perekonomian dari negara-negara di mana data time series tidak tersedia atau tidak relevan untuk digunakan (misalnya karena perubahan-perubahan politik). Dengan demikian, perekomian negara-negara berkembang sangat cocok untuk dikaji dengan model CGE, misalnya dengan menggunakan model CGE yang didasarkan pada IFPRI.

 

 

 

 

 

 

test

Posted: January 15, 2012 in Uncategorized

hidup adalah sebuah pilihan

Hello world!

Posted: January 15, 2012 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.